Friday, March 23, 2018

Perbandingan KINERJA PERTUMBUHAN EKONOMI
SBY-BUDIONO dan JOKOWI- JK dalam 3 tahun awal pemerintahan

(Hasil studi ANDREAS LAKO, Guru Besar Akuntansi Hijau: Ketua Program Doktor Ilmu Lingkungan Unika Soegijapranata, Semarang)

Sisi BESARAN Pertumbuhan
SBY-Boediono
JOKOWI-JK
6,1 % (2010)
6,17 % (2011)
6,03 % (2012)
5,56 % (2013)
5,01 % (2014)
4,88 % (2015)
5,03 % (2016)
5,07 % (2017)

Catatan :
1.       Dari sisi besaran pertumbuhan, era SBY-Budiono jauh lebih tinggi dibanding era Jokowi-JK
2.       Tren menurunnya pertumbuhan ekonomi dari tahun 2013-2017 akibat resesi ekonomi global yang berlangsung hingga 2016.

Sisi Implikasi Hasil Pembangunan terhadap Penurunan KEMISKINAN dan Penurunan PENGGANGGURAN
Indikator
SBY-Boediono
JOKOWI-JK
Penurunan Kemiskinan

32,53 juta jiwa (2009) menjadi
28,59 juta jiwa (2012)
28,51 juta jiwa (2015) menjadi
26,58 juta jiwa (2017)
Penurunan Penggangguran
8,32 juta jiwa (2010) menjadi
7,44 juta jiwa (2012)
7,561 juta jiwa (2015) menjadi
7,005 juta jiwa (2017)

Catatan : Dampak pertumbuhan ekonomi terhadap penurunan angka kemiskinan dan penggangguran Era SBY-Boediono masih lebih baik dibanding Era Jokowi-JK

Sisi Penurunan KETIMPANGAN SOSIAL
KENAIKAN  Rasio Gini era SBY-Boediono
PENURUNAN Rasio Gini era Jokowi-JK
0,367 (2009) menjadi
0,413 (2012)
0,414 (diakhir pemerintahan)
0,403 (2015) menjadi
0,391 (2017)

Catatan :
1.       Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada era SBY-Boediono justru memacu ketimpangan sosial
2.       Di Era SBY-Budiono, level ketimpangan social Indonesia naik dari ketimpangan rendah (low inequality) menjadi ketimpangan sedang (moderate inequality). Sementara pada era Jokowi-JK, level ketimpangan menurun kembali menjadi ketimpangan rendah. Dari Sisi ini, JOKOWI-JK lebih baik.

Sisi Penurunan KETIMPANGAN ANTAR KELOMPOK Masyarakat.
Indikator
SBY-Boediono
JOKOWI-JK
PENGUASAAN ekonomi 20% masyarakat KAYA
45,57 % (2010) menjadi
48,27 % (2014)
(mengalami Kenaikan)
48,1 % (2015) menjadi
45,55 % (2017)
(mengalami Penurunan)
PENGUASAAN ekonomi 40% masyarakat MISKIN
36,48 % (2010) menjadi
34,6 % (2014)
(mengalami Penurunan)
34,5 % (2015) menjadi
37,21 % (2017)
(mengalami Kanaikan)

Catatan : Penurunan penguasaan ekonomi 20 % masyarakat kaya dan kenaikan penguasaan 40 % masyarakat miskin menunjukan Penurunan Ketimpangan antar kelompok masyarakat. Dari Sisi ini JOKOWI-JK LEBIH BAIK.

Berdasarkan uraian tersebut, Andreas Lako menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada era Jokowi-JK  JAUH LEBIH BERKUALITAS dan mengarah pada pertumbuhan BERKEADILAN dibandingkan era SBY-Boediono.

#opinikompas22maret2018
#KRITIKPAKAIDATA

#OPTIMISMENATAPINDONESIAKEDEPAN

No comments:

Post a Comment