Monday, April 11, 2016

Catatan Politik AhmadBadrun; Trend Marah Pemimpin Daerah

Entah kapan dan siapa yang memulai, 'marah' menjadi trend prilaku politik sejumlah pemimpin daerah; Walikota atau Gubernur saat ini. Sudah sedemikian parahkah prilaku buruk masyarakat kita atau akutnya penyakit bangsa saat ini hingga memang segala sesuatunya harus dituntaskan dengan marah-marah. Blusukan ala jokowian yang kerap dilakukan oleh para pemimpin daerah saat ini memang selalu berbuah respon terhadap masalah yang ditemui dilapangan. Dan respon itu terekspresikan dengan memarahi warga atau bawahan pejabat setempat yang dinilai ‘bermasalah’.

Sikap marah dalam situasi, kondisi dan porsi yang tepat bisa jadi merupakan suatu kepatutan dan kepantasan. Namun sikap marah yang hanya ikut-ikutan dari trendi yang menggejala tak lain dari sikap ke-lebay-an seorang pemimpin daerah. Memarahi rakyat secara langsung tidaklah proporsional oleh seorang pejabat sekelas wali kota apalagi gubernur. Masih ada aparatur pemda dibawahnya yang harus diberdayakan dan dimaksimalkan perannya untuk mengurusi persoalan yang memang harusnya menjadi tanggung jawabnya. Blusukan memang diperlukan bahkan wajib dilakukan oleh seorang kepala daerah untuk mengetahui persoalan riil dilapangan,. Namun bukan berarti harus mengambil tindakan eksekusi langsung dengan marah-marah. Masih banyak cara lain yang lebih pantas dilakukan.Teguran langsung yang mendidik bisa jadi lebih pantas dilakukan. 

Marah-marah pemimpin sekelas wali kota atau Gubernur sejatinya adalah sikap tegasnya terhadap berbagai praktek-praktek mafia berkelas, korupsi para pejabat, dan berbagai praktek kemungkaran yang sudah dilembagakan. Brantas praktek-praktek perjudian, prostitusi, dan miras ala tempat-tempat hiburan. Keberanian pemimpin daerah dalam mengambil sikap politik inilah sikap marah yang sebenarnya. Marah yang berkelas.


No comments:

Post a Comment