Sunday, April 10, 2016

Catatan AhmadBadrun tentang Pilkada DKI


Tulisan Firdaus cahyadi pada harian Kompas, 1 April 2016 “Pilkada DKI dan Politik Ekologi” sejatinya menambah kesadaran kita bahwa masih banyak diantara kita termasuk para elit mempersoalkan suku, etnis dan agama dalam konteks suksesi kepemimpinan daerah maupun nasional. Hal mana justru mereduksi prinsip-prinsip demokrasi dalam ranah Negara bangsa yang berbhineka. Setiap suku, etnis dan agama dilindungi oleh Undang-Undang dan mendapat hak yang sama dalam berdemokrasi. Maka tidaklah relevan, mengaitkan isu yang rasis tersebut dalam konteks pilkada pada sejumlah daerah yang menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan dalam berdemokrasi.

Kultur berpoilitik identitas semacam ini akan mengkaburkan setiap kita dari isu atau substansi persoalan yang dihadapi setiap daerah. Firdaus Cahyadi mencatat pada kasus Jakarta. Persoalan Jakarta saat ini lebih pada terancamnya ekologi.  Ada 3 isu besar menyangkut terancamnya ekologi Jakarta saat ini; Pertama, Sulitnya pemerintah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hal ini disebabkan oleh masifnya bisnis-bisnis komersial property. Sebagian besar lahan di Jakarta dikuasai oleh pengembang-pengembang perusahaan kelas kakap. Mahalnya harga tanah di Jakarta dan semakin teringirkannya warga miskin kota sebagai dampak social yang harus ditanggung.

Kedua, Krisis Udara Bersih. Udara Jakarta semakin tercemar oleh asap kendaraan bermotor akibat volume penambahan kendaraan bermotor yang tidak terkendali. Memperpanjang jalan tol, Justru menambah pengguna kendaraan menurut beberapa penelitian.

Ketiga, Krisis Air Bersih. Data Badan Penelolaan Lingkungan Hidup DKI mencatat dari 2.000 juta meter kubik air hujan yang turun di Jakarta tiap tahun hanya 26,6 persen yang terserap oleh tanah Jakarta. Sisanya 73,4 persen menjadi air tanah yang berpotensi banjir.

Partai Politik pengusung calon kepala daerah atau para calon independen kepala dareah Jakarta harusnya menjadikan masalah ekologi sebagai fokus perhatian untuk dicarikan solusi yang tepat yang dituangkan dalam bentuk gagasan, visi dan misi partai atau pasangan calon serta tawaran langkah-langkah kongkritnya ketimbang menggelindingkan isu identitas hanya demi mencapai tujuan sesaat unggul dalam elektabilitas.

No comments:

Post a Comment