Tuesday, March 6, 2012

Tahun Kabisat

Tanggal 29 Februari, tanggal ini hanya muncul satu kali dalam rentang empat atau delapan tahun. Setiap tanggal 29 Februari ini apa yang disebut dengan tahun kabisat.
Mengapa 4 tahun?Cikal bakal kalender masehi yang digunakan saat ini berasal dari kalender Julian yang diperkenalkan sejak masa Julius Caesar pada tahun 46 sebelum masehi atas bantuan astronom asal Aleksandria, Sosigenes.

Dalam kalender Julian, satu tahun didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari, yaitu selama 365,25 hari. Karena sulit dan tidak praktis mengubah tahun pada seperempat hari, maka satu tahun dibulatkan menjadi 365 hari.
Tahun yang memiliki jumlah 365 hari disebut tahun basit atau tahun pendek. Sisa 0,25 hari digabung menjadi satu hari penuh yang ditambahakan pada Februari tahun ke-4. Itulah sebabnya Februari yang biasanya memiliki 28 hari , setiap 4 tahun menjadi 29 hari. Penambahan satu hari pada tahun ke-4 inilah yang kemudian membuat setiap angka tahun yang habis dibagi 4 disebut tahun kabisat atau tahun panjang karena memiliki 366 hari.

Mengapa 8 tahun?
Ternyata waktu yang dibutuhkan bumi mengelilingi matahari tidak tepat 365,25 hari atau 365 hari 6 jam seperti yang ditetapkan dalam kalender Julian. Waktu yang tepat adalah 365,242199 hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik. Penghitungan yang tidak tepat ini membuat satu tahun terjadi kekurangan 11 menit 14 detik. Dalam jangka pendek kekurangan ini tidak menjadi masalah, namun dalam jangka ribuan tahun, kekurangan ini menjadi sangat terasa. Dalam 1000 tahun, hari bergerak 7,8 hari lebih cepat dari semestinya.
Kondisi ini membuat Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 memperbarui kalender Julian. Ketentuan tahun kabisat tidak hanya angka tahun yang habis di bagi 4, tetapi juga harus habis dibagi 400 untuk tahun abad (tahun yang merupakan kelipatan 100).
Ini yang akan membuat orang yang lahir pada 29 Februari, berulang tahun tidak hanya jatuh 4 tahun sekali, bisa jadi juga 8 tahun sekali.
Selain mengeluarkan aturan baru tahun kabisat, Paus Gregorius memotong 10 hari pada Oktober 1582. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kalender agar bersesuaian kembali dengan musim yang terjadi.
Pembaruan yang dilakukan Paus Gregorius XIII ini membuat system penanggalan ini dinamakan kalender Gregorian.

Sumber: Kompas, 29/2/12

No comments:

Post a Comment