Thursday, March 8, 2012

Paradoks Kemakmuran

Meningkatnya pendapatan perkapita tidak dinikmati oleh sebagian besar penduduk, yaitu 2,56 juta perbualan. Sedangkan rata-rata UMR 1,4 juta. Terus siapa mereka yang menikmati 2,56  juta/perbulan atau lebih?
Bank Dunia mengkategorikan penghasilan penduduk menjadi 2 kategori :
 
  1.  Penduduk dengan penghasilan 2-20 dollar/hari (134 juta jiwa)
  2.  Penduduk dengan penghasilan 10-20 dollar/hari (kelas menengah atas) sekitar  1,3 % dari total penduduk Indonesia.
Total Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir 2011 diperkirakan mencapai 7.396,5 triliun. Jika hasil itu dibagikan kepada 240 juta penduduk, maka masing-masing penduduk mendapat 30,8 juta/tahun. Jika demikian sebagian besar penduduk berpenghasialan 85.000 perhari. Dalam kenyataannya masih banyak warga yang penghasilannya kurang dari 9.000 perhari.
Baru-baru ini juga dilansir bahwa 40 orang terkaya di Indonesia menguasai 10 % PDB Indonesia. Berarti tinggal 90 % PDB harus diperebutkan oleh sekitar 239.999.960 penduduk Indonesia. Betapa ini menggambarkan kesenjangan yang amat lebar. Belum lagi adanya kesenjangan sektoral pada PDB; industry teleomunkasi tumbuh paling pesat, 10,69 %. Industri peerdagangan, hotel dan restaurant 9,18 %, sementata sector pertanian hanya tumbuh 2.98 %, sedangkan sector pertanian adalah sector riil yang menjadi indikator pertumbuhan mikro ekonomi yang langsung bisa dirasakan oleh level bawah, dan merupakan basis kekuatan ekonomi yang nyata suatu Negara.

1 comment:

  1. selalu ada cukup persediaan kekayaan di muka bumi untuk kita semua. knp iu gak rata? mindset nya gak sama. begitulah kalo pake perspektif "the law of attraction". saya kira sesimple iu juga sih.. hehe wallahu a'lam.

    ReplyDelete