Friday, March 2, 2012

Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.


Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
1.    Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
2.    Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
Neraca pembayaran menjadi salah satu indikator penting untuk melihat aktivitas perdagangan internasional suatu negara. Di dalam neraca pembayaran terdapat sejumlah catatan rekening, yakni transaksi berjalan, transaksi modal, dan posisi cadangan devisa.

Transaksi berjalan meliputi ekspor dan impor atas barang dan jasa. Transaksi modal meliputi semua pembelian dan penjualan aset, seperti saham, obligasi atau rekening bank. Adapun cadangan devisa mencerminkan kemampuan suatu Negara untuk impor dan membayar hutang luar negeri.

No comments:

Post a Comment