Tuesday, March 6, 2012

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Sejak tahun 1990, program pembangunan PBB (UNDP) memberikan laporan pembangunan manusia (HDR) dan menghitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM memiliki tiga dimensi dasar pembangunan manusia :
  1. Kehidupan yang panjang dan sehat, diukur dengan indikator usia harapan hidup saat kelahiran  (kesehatan)
  2. Akses pada pengetahuan, diukur dengan indikator angka melek huruf dan rasio kasar masuk sekolah.
  3. Standar kehidupan yang layak, diukur dengan indikator Produk Domestic Bruto (PDB) perkapita.
Pada tahun 2010-2011, indikator  dan metode penghitungan IPM direvisi:
1.    Status kesehatan, diukur dengan usia harapan hidup saat kelahiran.
2.    Status pengetahuan, diukur dengan lama sekolah.
3.    Standar kehidupan yang layak, diukur dari Pendapatan Nasional Bruto (PNB) perkapita.

LPM 2011 juga menyertakan indikator baru untuk ketidaksetaraan, yakni Indeks Kesenjangan Jender (Gender Inequality Index).GII diukur dengan ketidaksetaraan berdasarkan jender dalam tiga dimensi, yakni
  1. Kesehatan reproduksi, diukur dengan angka kematian ibu melahirkan serta angka fertilitas  remaja dan orang muda.
  2. Pemberdayaan diukur dari pendidikan dan kualitas partisipasinya di parlemen.
  3. Kegiatan ekonomi, diukur dari angka partisipasi laki-laki dan perempuan di pasar kerja.
Naik Peringkat
Indonesia berada pada peringkat 124 dengan IPM 0,617 dalam HDR 2011, naik satu peringkat dari 125 dengan IPM 0,613 di tahun 2010.

Sumber: Kompas 18/11/2011

2 comments:

  1. Selamat atas launchingnya website baru mantab nih pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke, makasih pa, siapa dulu gurunya? Mr. Ustad Virtual, HM Wiyono

      Delete