Friday, March 2, 2012

Fungsi Cairan dalam Tubuh

Fungsi cairan adalah sebagai pelarut, pembawa nutrient esensial ke sel jaringan dan sisa metabolism ke luar sel, serta sebagai tempat terjadinya berbagai reaksi  kimia penting dalam tubuh. Selain itu,  cairan tubuh juga diperlukan dalam membantu proses metabolism, hidrolisis, sintesis dan mencegah dehidrasi. Juga untuk mempertahankan suhu tubuh.


Menurut guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Deddy Muhtadi, cairan tubuh merupakan komponen terbesar dalam tubuh. Jumlahnya mencapai 55 hingga 65 persen dari berat badan. Khusus untuk pria, jumlah cairan tubuhnya lebih banyak.
Cairan tubuh dikeluarkan melalui fase, keringat, pernafasan, dan urin. “cairan tubuh tidak hanya terdiri dari air biasa, namun elektrolit dan nonelektrolit, katanya di Jakarta.
Elektrolit, ujar Deddy adalah senyawa yang dapat terdisosiasi dalam larutan membentuk ion positif dan ion negative, sehingga memiliki kemampuan mempertahankan muatan listrik. Fungsinya untuk menyambungkan pesan antara ekstra seluller dan intra seluller, begitu juga sebaliknya. Ekstra seluller adalah sel yang berada di luar elektrolit sedangkan intra seluller adalah sel yang berada di dalamnya.
Ahli kebugaran tubuh dari UGM, dr Zaenal Muttaqin Sofro AIFM Sport Circ Med, menjelaskan fungsi elektrolit di dalam tubuh sangat vital. Pada prinsipnya elektrolit diperlukan dalam tiga jaringan vital dalam tubuh. Elektrolit ini ada di dalam cairan tubuh dan diperlukkan untuk kinerja sel-sel saraf , kontraksi sel-sel otak, dan fungi kelenjar guna menghasilkan enzim dan hormone dalam tubuh.
“Elektrolit bisa didapatkan dari cairan dan mineral yang kita konsumsi. Tapi bukan air biasa. Supaya cairan tersebut bisa cepat masuk ke dalam sel tubuh, lebih baik mengkonsumsi cairan yang mengandung elektrolit, misalnya kuah sop yang mengandung garam,”katanya.
Dalam kasus demam berdarah (DBD), saat itu terjadi kebocoran plasma pada pembuluh darah yang mengakibatkan air, gula, dan elektrolit keluar dari pembuluh darah ke jaringan sekitarnya. Akibat kebocoran plasma terjadi pemekatan cairan darah. Jika darah semakin pekat, otomatis peredarannya kurang lancar.

Sumber : Republika, 21 Februari 2012

No comments:

Post a Comment