Saturday, April 30, 2016

Menimbang Sisi Positif dan Negatif Ahok



Menimbang Sisi Positif dan Negatif Ahok. Gubernur DKI Jakarta Basuki cahaya Purnama atau yang lebih dikenal Ahok adalah tokoh yang paling kontroversial saat ini. Gaya memimpin yang meledak-ledak, bicara ceplas-ceplos, keberaniannya menantang siapa saja, banyak yang mengesankan dia sebagai pemimpin yang arogan, kasar dan bringas. Meskipun memang banyak juga yang lebih melihat pada sisi positifnya. Cendekiawan Syafii Maarif menilai Ahok lebih banyak positifnya ketimbang negatifnya. Negatifnya terletak pada buruknya etika gaya memimpin dan cara berbicara. Namun positifnya adalah dia adalah pemimpin petarung, punya nyali, berani membongkar segala skandal dan praktek mapia diantaranya kasus dana siluman pada APBD DKI yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Lebih jauh Mantan ketua PP Muhammadiyah itu mengatakan bahwa Negara memang membutuhkan pemimpin seperti ahok.

Saturday, April 23, 2016

Nuansa Konflik Kepentingan DPR

Nuansa konflik kepentingan DPR kini. Catatan ahmadbadrun kini akan mengulas perilaku anggota DPR saat ini. Terlihat dengan gamblang bahwa sejumlah draft undang-undang yang pernah dan sedang diusulkan syarat muatan konflik kepentingan. Kepentingan yang tentunya bukan untuk kepentingan rakyat melainkan kepentingan segelintir orang, kepentingan para elit parpol. Terlihat dari produk pemikiran yang dihasilkan, tidak konsisten, reaktif dan tendensius terhadap lawan politik.

Thursday, April 21, 2016

Nikah Dini dan Dinamika Demografi

Perjuangan Kartini untuk perempuan Indonesia adalah agar perempuan Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama dari kaum laki-laki dalam hal mengembangkan diri, terutama sekali Kartini sangat menentang perkawinan pada usia dini. Karena yang pasti, perkawinan usia dini ini akan merampas kesempatan anak-anak perempuan Indonesia mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensinya. Inilah catatan nikah dini dan dinamika demogafi.

Saturday, April 16, 2016

Bonus Demografi Versus Narkoba;Catatan Sosial ahmadbadrun

Tulisan Emil Salim, Kompas 15 April 2016; “Ancaman Narkoba, Rokok dan Alkohol”, memaparkan bahwa keuntungan bonus demografi *Indonesia dalam rentang tahun 2012-2040 akan medapat tantangannya yang berat berupa ancaman drugs adiktif dalam narkoba, rokok dan alcohol. Hal mana alih-alih generasi muda sebagai buah bonusdemografi justru terancam terjerat oleh drugs adiktif.

Monday, April 11, 2016

Catatan Politik AhmadBadrun; Trend Marah Pemimpin Daerah

Entah kapan dan siapa yang memulai, 'marah' menjadi trend prilaku politik sejumlah pemimpin daerah; Walikota atau Gubernur saat ini. Sudah sedemikian parahkah prilaku buruk masyarakat kita atau akutnya penyakit bangsa saat ini hingga memang segala sesuatunya harus dituntaskan dengan marah-marah. Blusukan ala jokowian yang kerap dilakukan oleh para pemimpin daerah saat ini memang selalu berbuah respon terhadap masalah yang ditemui dilapangan. Dan respon itu terekspresikan dengan memarahi warga atau bawahan pejabat setempat yang dinilai ‘bermasalah’.

Sunday, April 10, 2016

Catatan AhmadBadrun tentang Pilkada DKI


Tulisan Firdaus cahyadi pada harian Kompas, 1 April 2016 “Pilkada DKI dan Politik Ekologi” sejatinya menambah kesadaran kita bahwa masih banyak diantara kita termasuk para elit mempersoalkan suku, etnis dan agama dalam konteks suksesi kepemimpinan daerah maupun nasional. Hal mana justru mereduksi prinsip-prinsip demokrasi dalam ranah Negara bangsa yang berbhineka. Setiap suku, etnis dan agama dilindungi oleh Undang-Undang dan mendapat hak yang sama dalam berdemokrasi. Maka tidaklah relevan, mengaitkan isu yang rasis tersebut dalam konteks pilkada pada sejumlah daerah yang menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan dalam berdemokrasi.

Catatan AhmadBadrun tentang GERHANA DAN SIDANG ISBAT

Gerhana dan Hilal tentunya dua istilah yang jauh berbeda. Akan tetapi secara astronomis akan bertemu dalam substansi yang sama, yaitu menentukan posisi bulan pada saat atau waktu tertentu dan hitungan kurun waktu tertentu. Jauh-jauh sebelumnya, puluhan bahkan ratusan tahun sebelumnya ahli astronomi telah menentukan posisi bulan, bumi atau matahari begitu tepat dan sempurna pada kasus gerhana matahari. Namun yang menjadi pertanyaan di benak saya adalah kasus penentuan awal bulan baru (hilal) dalam hitungan tahun hijriyah. Penentuan Hilal baru bisa dilakukan 2 atau 1 hari sebelumnya. Dan hasilnya?? Bisa jadi berbeda satu sama lain dalam waktu dan tempat yang sama. Kembali kepada kasus gerhana, apakah bisa dibayangkan peristiwa gerhana bisa terjadi secara berbeda selisih satu hari pada wilayah yang sama?? Wallahu a’lam bisshowab